Minggu, 02 Februari 2020

Manfaat bonus demografi bagi ekonomi bangsa


Bonus demografi merupakan peluang yang harus dimanfaatkan demi kemajuan ekonomi dalam suatu Negara. Banyaknya usia produktif penduduk dalam siklus se-abad benar-benar harus dimanfaatkan agar tidak menjadi anti bonus demografi. Dalam bidang ekonomi tentunya bonus demografi menjadi sebuah keuntungan karena semakin besar jumlah tabungan penduduk produktif. Inilah yang memacu investasi dan pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Oleh karena itu, sudah seharusnya pemimpin-pemimpin mampu melihat peluang bonus demografi sebagai jendela untuk memajukan kondisi ekonomi suatu bangsa kearah pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. 
Saat ini, Negara Indonesia berada dalam masa transisi menjemput bonus demografi dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 mencapai 5,02% (http://databoks.co.id/). Di tahun 2018 Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam angka (5,4-6,1)% (http://databoks.co.id/). Karena itu, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) harus disusun dengan realitistis dan kredibel (http://databoks.co.id/). Selain itu, lembaga PricewaterhouseCoopers (PWC) memprediksi Negara Indonesia di tahun 2030 akan memiliki pertumbuhan ekonomi mencapai peringkat 5 dunia. Sementara dalam sebuah laporan berjudul The Long View How will the global economic order change by 2050 yang dirilis pada Februari 2017 memprediksi perekonomian Indonesia tahun 2030 mencapai US$ 5,42 triliun atau sekitar Rp 72,14 kuantiliun (juta triliun) pada 2030 (http://databoks.co.id/). Oleh karena itu, persiapan generasi usia produktif sangat diperlukan sehingga menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia.
Untuk menghadapi bonus demografi, kualitas penduduk merupakan syarat utama dalam pertumbuhan ekonomi. Karena itu, sangat diperlukan persiapan generasi emas sejak dini guna menyongsong bonus demografi Indonesia. Persoalan pendidikan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah, sehingga mampu menghasilkan output yang bukan saja berkualitas dalam pengetahuan tetapi dalam beretika. Namun realitanya ada ribuan bahkan jutaan anak belum mengenyam pendidikan yang berkualitas. Tidak mengherankan bila data statistic menujukkan bahwa untuk wilayah Jakarta saja pada tahun 2015 kasus narkoba berjumlah 23 ribu orang (http://databoks.co.id/). Sementara  Komnas Perempuan mencatat sebanyak 2.734 kasus kekerasan dalam pacaran (KDP) atau dating violence terjadi pada tahun 2016 (http://databoks.co.id/). Tentunya ini menjadi tantangan pemerintah ke depannya melalui revolusi mental yang diterapkan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi dalam capaian kompetensi pembelajaran yang berkarakter. Sesuai dengan apa yang sampaikan oleh Sugiharto dan Setiawan (2015)  bahwa pembangunan manusia bukanlah sekedar pertumbuhan ekonomi saja melainkan lebih dari peningkatan pendapatan dan lebih dari sekedar proses produksi dan komoditas maupun akumulasi modal. Hal ini menjadi penting, sebab realita pertumbuhan ekonomi tidak serta merta mampu memberi solusi terhadap kesejahteraan.
Masalah lain yang tentunya juga menghambat pertumbuhan ekonomi menyongsong bonus demografi yaitu, tingkat partisipasi angkatan kerja baik di perkotaan maupun di pedesaan. Data statistic menjukkan bahwa per Agustus 2016 tenaga kerja yang banyak terserap adalah penduduk dengan pendidikan sekolah dasar sebanyak 49,97 juta orang (42,20 persen) dan sekolah menengah pertama sebanyak 21,36 juta orang (18,04 persen) (http://databoks.co.id/). Padahal sangat diperlukan angkatan kerja yang memiliki kompetensi sehingga mampu bersaing dengan Negara-negara lain di era globalisasi ini
Dari ulasan ini, saya berkesimpulan bahwa persoalan mendasar bangsa Indonesia dalam menyongsong bonus demografi terletak pada pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Baik itu pendidikan yang mengarah kepada pengetahuan maupun pendidikan yang mengutamakan akhlak seseorang sehingga tercipta generasi Indonesia yang berkualitas. Tentunya untuk merealisasikan generasi emas Indonesia dalam menyongsong bonus demografi bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab pemeritah Indonesia tetapi partisipasi aktif masyarakat Indonesia turut menentukan terciptanya bonus demografi yang menguntungkan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selasa, 22 Oktober 2019

puisi pelajar

         Rindu


sebuah rasa yang lugu
yang lebih mengekang dari jeruji besi
keinginan untuk bertemu denganmu
sebuah waktu yang mengisyaratkan untuk berpisah
ingin rasanya jadi sutradara dalam adegan itu
mengulang untuk kesekian kalinya
dengan rasa untuk sebuah cerita yang indah
namun waktu tak pernah toleransi
setelah semua berakhir
menatap langit dan mulai untuk merindu






Selasa, 01 Oktober 2019

SATRIA 120R bebek sport legendaris

                                         SEJARAH SI AMALIA(SATRIA 120R)


hai gaes,kali ini sya kan bahas motor jadul era 90an yang legend dijamannya..haha.buatan suzuki,oke dijamannya motor ini terkenal karna kencengnya...ya ia adalah Suzuki Stria 120R.suzuki membuat loncatan yang besar dimanan teknologi monoshock,6speed,rangka dual crandle box,mesin tegak diterapkan dimotor ini dengan kapasitas tangki 5.2 liter lumayan lah...nah diseri pertama masih 5speed dan dengan nama seri satria 120s dan juga belum kopling lalu ditahun 1997 dimodifikasi menjadi 6speed dan sudah kopling manual,karna permintaan yang tinggi lalu diperbarui dengan fitur rem belakang sudah cakram...lalu di2003 muncul Satria 120 LSCM yang desainnya sangat berbeda dengan seri sebelumnya lebih sporty dan lebih keren.namun populasinya semakin menurun karna dimport ke thailand dengan harga yang lumayan tinggi.Di daerah sleman sudah agak langka namun didaerah solo,dan kalimantan masih cukup banyak.emang sih udah jadi motor tua tapi naik motor tua itu ada sensasi tersendiri apalagi yang jadi minoritas diderah kamu.kadang suka ragu karna banyak yang menganggap motor saya itu tornado memang hampir sama dari desainnya. berikut penampakan
inilah Suzuki Satria 120R kalau sekilas memang mirip denga tornado tapi desain satria lebih sporty dan lebih banyak lekungannya.
nah,kalo yang ini baru keren..seri terakhir Satria 2tak yang dilanjut dengan Satria FU

untuk harga Satria 120R:2-6jt untuk kondisi biasa
Satria 120LSCM:4-9jt untuk kondisi biasa

Nah,untuk top speednya bisa sampai 117 untuk kondisi pabrikan dan masih orisinil semuanya.untuk tahun 90'an motor ini sudah kenceng dari mototr sebayanya.Dan motor ini diproduksi pas jaya-jaya Suzuki Motor jadi nggak heran klo motor ini ounya desain hampir kya motor sport.dan pernah merajai balapan road race saat itu namun karna cc nya yang tanggung maka harus di bore down jadi 110cc atau di bore up jadi 125cc.namun peminatnya skarang masih banyak karna yang sudah mulai langka karna jumlah motornya yang terus berkurang.ada beberapa sih motor yang serupa sma si satria tapi beda merek misalnya Yamaha 125z,Modenas Dinamik.
tapi mau gimana lagi skarang udah jarang yang pakai 2tak yaa paling cuman beberapa tpi masih banyaklah peminatnya.bukan soal iritnya tapi sensasinya

okee,sekian kurang lebihnya mohon maaf 
saya rider berasap mohon pamit.
makasih udahhh mampir.